
Budi Wibowo, seorang montir, lamaran kerjanya ditolak. Meramalkan kerusakan pabrik akibat overclocking ilegal, ia dihina dan diusir. Ramalannya menjadi kenyataan: peralatan lumpuh, pabrik di ambang kebangkrutan. Bos meminta maaf dan memintanya kembali. Budi Wibowo menyelamatkan situasi dengan memperbaiki peralatan dan menetapkan aturan baru. Tingkat produk meningkat, reputasinya meroket, semangat pengrajin dihargai.