
Liana Suryani membantu Bima Prasetyo membayar biaya sekolahnya. Tiga puluh lima tahun kemudian, Bima Prasetyo menjadi Presiden Direktur. Dia mengetahui bahwa penolongnya itu hartanya dirampas, suaminya melarikan diri, dan harus melunasi utang. Bima membantu Liana Suryani merebut kembali pabrik tepung miliknya serta mendapatkan ganti rugi 800 juta.