Orang tua dua bersaudara, Cakra Santoso dan Saka Santoso, dibunuh preman desa. Cakra menyekolahkan adiknya, Saka, ke luar negeri. Sepuluh tahun kemudian, Saka kembali dan menjadi presiden Grup Naga Ungu. Pembalasan dendam pun dimulai.